Kelurahan Donggala Kodi merupakan salah satu wilayah tertua di Kota Palu yang
menyimpan banyak jejak sejarah, terutama sejak masa penjajahan Belanda. Dahulu, wilayah
ini termasuk dalam daerah Swapraja Palu (istilah yang digunakan pada masa
pemerintahan kolonial Belanda untuk menyebut suatu wilayah otonom yang masih berada
di bawah kekuasaan kerajaan lokal).
Sebelum kedatangan Pemerintah Kolonial Belanda, tidak ada catatan resmi mengenai
nama wilayah ini. Namun, segalanya berubah ketika bangsa Belanda memasuki Lembah
Palu melalui Kerajaan Banawa. Di sana, mereka menemukan pohon-pohon besar yang
disebut warga sekitar sebagai “pohon Donggala”. Nama ini begitu membekas, hingga
akhirnya wilayah Banawa ditetapkan sebagai Daerah Swapraja Donggala. Saat melanjutkan
perjalanan ke arah selatan hingga ke Kerajaan Palu, Belanda kembali menemukan pohon
serupa tumbuh di sebuah daerah yang letaknya sekitar 4 km dari pusat Kerajaan Palu.
Karena kesamaan jenis pohon, mereka menyebut wilayah ini sebagai Donggala Kodi, yang
dalam bahasa lokal berarti Donggala Kecil, untuk membedakannya dari wilayah Banawa
yang dikenal sebagai Donggala Besar.
Ada dua versi asal-usul nama Donggala Kodi:
– Pohon Donggala di Banawa tumbuh besar-besar, sementara di wilayah ini berukuran
lebih kecil, sehingga disebut Donggala Kodi.
– Banawa berstatus sebagai daerah tingkat kabupaten (Donggala Besar), sedangkan
wilayah ini hanya setingkat kampung atau desa, sehingga disebut Donggala Kecil
(Donggala Kodi).